ANALISIS SWOT KOPERASI
DI INDONESIA
Seperti
yang kita ketahui saat ini kondisi Koperasi di Indonesia, sudah tidak berjalan
dengan semestinya. Banyak faktor-faktor yang menybebakan Koperasi saat ini
mengalami keterpurukan bahkan kini sudah jarang kita melihat koperasi-koperasi
diberbagai daerah. Hal tersebut membuat kita berfikir untuk menemukan cara
maupun strategi demi mengembalikan dan demi membangun koperasi saat ini agar
bisa maju dan menjadi badan hukum yanng dapat membantu masyarkata. Dari situ
kita bisa menganalisi itu semua dengan cara menganalisi SWOT koperasi di
Indonesia.
Analisis
SWOT itu sendiri adalah metode perencanaan strategi yang digunakan untuk
mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang
(opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi
bisnis. Didalam pembahasan kali ini dalam analisis SWOT Koperasi di Indonesia
itu dimaksudkan dalam pengembangan koperasi yang dikhususkan pada pengembangan
strategi manajemen koperasi itu sendiri. Proses ini melibatkan penentuan tujuan
yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor
internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan
tersebut.
Untuk
mencapai itu semua diperlukan Manajamen dalam Perencanaan Strategi untuk
mendukung Koperasi tersebut. Dalam Manajemen Koperasi Perencanaan strategis
adalah pengambilan keputusan saat ini untuk koperasi yang akan dilakukan pada
masa datang. Pengambilan keputusan dalam organisasi Koperasi Indonesia harus
mempertimbangka Sumber daya, kondisi saat ini serta peramalan terhadap keadaan
yang mempengaruhi koperasi dimasa yang akan datang.
Sehingga
dalam menganalisi SWOT tersebut dalam pengaplikasian menurut pengertian SWOT
itu sendiri seperti aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu
mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada,
bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan
(advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana
kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir
adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat
ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. Sehingga setelah
kita mengetahui aplikasi tersebut kita mampu menemukan strategi apa yang akan
kita ambil.
Dalam
melakukan perencanaan Strategis koperasi
maka pengurus koperasi harus memperhatikan 4 aspek penting yaitu masa depan dan
peramalanya, aspek lingkungan baik internal atau eksternal, target kedepan dan
terakhir strategi untuk pencapaian target. Organisasi Koperasi seacara
kelembagaan harus mempunyai perangkat organisasi koperasi yang menjadi sarana
dalam pencapaian tujuan koperasi. Perangkat fundamental dalam perencanaan
strategis yang kemudian menjadi kelengkapan organisasi yang wajib ada adalah
parameter-parameter idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objektif. Aspek-aspek
mendasar seperti visi, misi dan tujuan menjadi kelengkapan organisasi dalam
perencanaan strategis berjalannya sebuah koperasi.
Hambatan-hambatan Koperasi di indonesia
Salah
satu kendala utama yang dihadapi koperasi adalah banyak partai politik yang
memanfaatkan koperasi untuk meluaskan pengaruhnya. Dan juga karena
hambatan-hambatan yang di alami Indonesia di antaranya kesadaran masyarakat
terhadap koperasi yang masih sangat rendah. Koperasi di Indonesia masih sangat
lemah. Tidak ada perkembangan yang cukup tinggi. Boleh dikatakan koperasi di
Indonesia berjalan di tempat.
Beberapa
faktor yang menyebabkan koperasi tidak bisa berjalan adalah dari segi
permodalan. Faktor lain yang perlu kita perhatikan dalam mendukung perkembangan
koperasi adalah manajemen koperasi itu sendiri. Banyak hambatan yang dihadapi
koperasi dari segi manajemennya sendiri.
Permasalahan yang di
hadapi Koperasi:
1. Selain itu Bank Perkreditan Rakyat (BPR)
yang semakin berkembang di sejumlah kota Indonesia maupun koperasi simpan
pinjam, yang operasinya lebih pada kredit mikro .
2. Kurangnya kesadaran masyarakat akan
kebutuhannya untuk memperbaiki diri, meningkatkan kesejah teraanya, atau
mengembangkan diri secara mandiri.Padahal Kesadaran ini akan menjadi motivasi
utama bagi pendirian koperasi ‘dari bawah’
3. Kurangnya kejelasan akan kesadaran dan
kejelasan dalam keangggotaan Koperasi
4. Kurangnya pengembangan kerjasama antar
usaha koperasi
5. Para angota Koperasi yang kurang dalam
penguasaaan ilmu pengetahuan dan teknologi,dan kemampuan menejerial.
Untuk dapat menemukan
solusi dan strategi dari hambatan-hambatan tersebut kita menemukan strategi
yang akan kita ambil maka langkah-langkahnya sebagai berikut:
1.
Menganalisa Koperasi dengan Metode SWOT
Perumusan
SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Analisa SWOT adalah pola
evaluasi yang mengklasifikasikan kondisi koperasi dengen SWOT. Dalam peng
aplikasinya
adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage)
dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses)
yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada,
selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats)
yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses)
yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah
ancaman baru. Sehingga setelah kita mengetahui aplikasi tersebut kita mampu
menemukan strategi apa yang akan kita ambil.
·
Kekuatan
( Strenght )
a) Anggaran
dalam pembangunan koperasi itu sendiri harus cukup memadai agar lancar dalam
pembangunannya.
b) Dukungan
politik dari masyarakat , pemerintah daerah dan lembaga legislatif agar dengan
mudah terlaksana.
c) orang
terhimpun dalam koperasi atau masuk menjadi anggota dengan dasar sukarela. Sehingga
harus bersifat sukarela
d) Prinsip
pengelolaan bertujuan memupuk laba untuk kepentingan anggota.
e) Sisa
Hasil Usaha (SHU) yang dihasilkan koperasi dibagikan kepada anggota sebanding
dengan jasa usaha masing-masing anggota
f) Kepengurusan
yang demokratis
g) Banyaknya
unit usaha yang dikelola
h) Telah
memiliki badan hukum
·
Kelemahan
( Weakness )
a) Kurangnya
kerja sama antara pengurus, pengawas dan anggotanya.
b) Rendahnya
kesdaran berkoperasi pada anggota.
c) Kemampuan
tenaga professional dalam pengelolaan koperasi.
d) Terbatasnya
sarana dan prasarana penunjang yang persebarannya kurang memadai.
e) Perspektif
pimpinan instansi pemerintah dan dunia usaha bahwa pemberdayaan koperasi
semata-mata urusan kementrian koperasi.
f) Sulit
menentukan bisnis inti
g) Kurangnya
pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang teknologi
h) Lemahnya
dalam pengelolaan
·
Peluang
( Opportunity )
Kesempatan
(Opportunities) yaitu semua kesempatan yang ada sebagai kebijakan pemerintah,
peraturan yang berlaku atau kondisi perekonomian nasional atau global yang
dianggap memberi peluang bagi koperasi untuk tumbuh dan berkembang di masa yang
akan datang. Loyd (2001) menegaskan bahwa koperasi-koperasi perlu memahami apa
yang bisa membuat mereka menjadi unggul di pasar yang mengalami perubahan yang
semakin cepat akibat banyak faktor multi termasuk kemajuan teknologi, peningkatan
pendapatan masyarakat yang membuat perubahan selera pembeli, penemuan-penemuan
material baru yang bisa menghasilkan output lebih murah, ringan, baik
kualitasnya, tahan lama, dan makin banyaknya pesaing-pesaing baru dalam skala
yang lebih besar. Peluang tersebut sebagai berikut:
a) Melakukan
pengembangan usaha pada SDM untuk mencapai target
b) Tuntutan
masyarakat untuk pembangunan ekonomi yang makin berkeadilan dan transparan.
c) Ketersediaan
tenaga kerja yang mutunya makin meningkat serta sumberdaya yang beraneka ragam.
d) Kemauan
politik yang kuat dari pemerintah dan komitmen membangun sistem ekonomi yang
lebih demokratis.
e) Daya
beli masyarakat tinggi
f) Adanya
peluang pasar dari komoditas yang dihasilkan koperasi
g) Potensi
daerah yang mendukung dalam melaksanakan kegiatan koperasi
h) Undang-undang
No. 12 tentang sistem budidaya tanaman mendorong diversifikasi usaha koperasi
·
Ancaman
( Threats )
Ancaman (Threats) yaitu
hal-hal yang dapat mendatangkan kerugian bagi kopersi seperti Peraturan
Pemerintah yang tidak memberikan kemudahan berusaha, rusaknya lingkungan, meningkatnya pelacuran atau gejolak sosial
sebagai akibat mahalnya dan persaingan tour operator asing yang lebih
professional, yaitu dengan melihat kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness),
kesempatan (Opportunities) dan ancaman (Threats) koperasi di Indonesia.
Sedangkan faktor-faktor
eksternal terutama adalah intervensi pemerintah yang terlalu besar yang sering
didorong oleh donor, kesulitan lingkungan-lingkungan ekonomi dan politik, dan
harapan-harapan yang tidak realistic dari peran dari koperasi. Menurut mereka,
problem yang paling signifikan adalah cara bagaimana koperasi itu dipromosikan
oleh pemerintah. Promosi yang sifatnya dari atas ke bawah telah menghalangi
anggota untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan koperasi.
a) Rendahnya
kualitan Sumber Daya Manusia
b) Keterbatasan
informasi pasar dan teknologi
c) kendala
dalam akses permodalan
d) kapasitas
SDM yang relatif rendah disebabkan faktor budaya yang membatasi ruang geraknya
dalam berorganisasi
e) Rendahnya
partisipasi anggota koperasi dalam kegiatan usaha koperasi.
f) Lingkungan
usaha yang tidak kondusif
g) Persepsi
yang berbeda dari aparat pembina koperasi
h) Peranan
IPTEK yang meningkat
i)
Persaingan usaha yang semakin ketat
2.
Menentukan Target Koperasi
Setelah
menganalisis SWOT koperasi langkah berikutnya adalah menentukan target Koperasi
yang akan kita analisis dan akan kita ubah cara dan strateginya. Fase ini
merupakan salah satu bagian terpenting dari penyusunan strategi koperasi.
Target ini diperoleh dari proses telah realistis terhadap analisis SWOT yang
telah ditentukan sebelumnya dan target koperasi harus diyakini oleh seluruh
komponen organisasi koperasi, bahwa koperasi mampu mencapainya.
Kesimpulan :
Sehingga dapat dismpulkan bahwa dalam menentukan strategi
dalam membangun dan mendirikan Koperasi itu sangat penting melalui Analisis
SWOT agar dapat mengembangkan dan mencapai tujuan koperasi itu sendiri sehingga
terhindar dari resiko-resiko dan hambatan-hambatan yang dapat menghampat
infrastruktur koperasi itu sendiri. Selain itu, Analisis ini kita terapkan agar
kita dapat merancang dan meramalkan apa yang akan terjadi dimasa depan. Dengan
begitu kita dapat meminimalisir kejadian yang berdampak buruk bagi oranisasi
atau perusahaan yang kita jalankan. Dan mungkin analisis SWOT ini sangat tepat
untuk diterapkan di Indonesia untuk membuat perekonomian diindonesia semakin
maju.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar