Jumat, 20 Oktober 2017

ANALISIS SWOT KOPERASI DI INDONESIA








Seperti yang kita ketahui saat ini kondisi Koperasi di Indonesia, sudah tidak berjalan dengan semestinya. Banyak faktor-faktor yang menybebakan Koperasi saat ini mengalami keterpurukan bahkan kini sudah jarang kita melihat koperasi-koperasi diberbagai daerah. Hal tersebut membuat kita berfikir untuk menemukan cara maupun strategi demi mengembalikan dan demi membangun koperasi saat ini agar bisa maju dan menjadi badan hukum yanng dapat membantu masyarkata. Dari situ kita bisa menganalisi itu semua dengan cara menganalisi SWOT koperasi di Indonesia.
Analisis SWOT itu sendiri adalah metode perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Didalam pembahasan kali ini dalam analisis SWOT Koperasi di Indonesia itu dimaksudkan dalam pengembangan koperasi yang dikhususkan pada pengembangan strategi manajemen koperasi itu sendiri. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Untuk mencapai itu semua diperlukan Manajamen dalam Perencanaan Strategi untuk mendukung Koperasi tersebut. Dalam Manajemen Koperasi Perencanaan strategis adalah pengambilan keputusan saat ini untuk koperasi yang akan dilakukan pada masa datang. Pengambilan keputusan dalam organisasi Koperasi Indonesia harus mempertimbangka Sumber daya, kondisi saat ini serta peramalan terhadap keadaan yang mempengaruhi koperasi dimasa yang akan datang.
Sehingga dalam menganalisi SWOT tersebut dalam pengaplikasian menurut pengertian SWOT itu sendiri seperti aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. Sehingga setelah kita mengetahui aplikasi tersebut kita mampu menemukan strategi apa yang akan kita ambil.
Dalam melakukan perencanaan Strategis  koperasi maka pengurus koperasi harus memperhatikan 4 aspek penting yaitu masa depan dan peramalanya, aspek lingkungan baik internal atau eksternal, target kedepan dan terakhir strategi untuk pencapaian target. Organisasi Koperasi seacara kelembagaan harus mempunyai perangkat organisasi koperasi yang menjadi sarana dalam pencapaian tujuan koperasi. Perangkat fundamental dalam perencanaan strategis yang kemudian menjadi kelengkapan organisasi yang wajib ada adalah parameter-parameter idialisme dasar seperti; visi, misi, goal, objektif. Aspek-aspek mendasar seperti visi, misi dan tujuan menjadi kelengkapan organisasi dalam perencanaan strategis berjalannya sebuah koperasi.

Hambatan-hambatan  Koperasi di indonesia     
Salah satu kendala utama yang dihadapi koperasi adalah banyak partai politik yang memanfaatkan koperasi untuk meluaskan pengaruhnya. Dan juga karena hambatan-hambatan yang di alami Indonesia di antaranya kesadaran masyarakat terhadap koperasi yang masih sangat rendah. Koperasi di Indonesia masih sangat lemah. Tidak ada perkembangan yang cukup tinggi. Boleh dikatakan koperasi di Indonesia berjalan di tempat.
Beberapa faktor yang menyebabkan koperasi tidak bisa berjalan adalah dari segi permodalan. Faktor lain yang perlu kita perhatikan dalam mendukung perkembangan koperasi adalah manajemen koperasi itu sendiri. Banyak hambatan yang dihadapi koperasi dari segi manajemennya sendiri.
Permasalahan yang di hadapi Koperasi:
1.      Selain itu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang semakin berkembang di sejumlah kota Indonesia maupun koperasi simpan pinjam, yang operasinya lebih pada kredit mikro .
2.      Kurangnya kesadaran masyarakat akan kebutuhannya untuk memperbaiki diri, meningkatkan kesejah teraanya, atau mengembangkan diri secara mandiri.Padahal Kesadaran ini akan menjadi motivasi utama bagi pendirian koperasi ‘dari bawah’
3.      Kurangnya kejelasan akan kesadaran dan kejelasan dalam keangggotaan Koperasi
4.      Kurangnya pengembangan kerjasama antar usaha koperasi
5.      Para angota Koperasi yang kurang dalam penguasaaan ilmu pengetahuan dan teknologi,dan kemampuan menejerial.
Untuk dapat menemukan solusi dan strategi dari hambatan-hambatan tersebut kita menemukan strategi yang akan kita ambil maka langkah-langkahnya sebagai berikut:
1.      Menganalisa Koperasi dengan Metode SWOT
Perumusan SWOT ditujukan sebagai dasar pembuatan strategi. Analisa SWOT adalah pola evaluasi yang mengklasifikasikan kondisi koperasi dengen SWOT. Dalam peng aplikasinya adalah bagaimana kekuatan (strengths) mampu mengambil keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities) yang ada, bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mencegah keuntungan (advantage) dari peluang (opportunities)yang ada, selanjutnya bagaimana kekuatan (strengths) mampu menghadapi ancaman (threats) yang ada, dan terakhir adalah bagaimana cara mengatasi kelemahan (weaknesses) yang mampu membuat ancaman (threats) menjadi nyata atau menciptakan sebuah ancaman baru. Sehingga setelah kita mengetahui aplikasi tersebut kita mampu menemukan strategi apa yang akan kita ambil.
·         Kekuatan ( Strenght )
a)      Anggaran dalam pembangunan koperasi itu sendiri harus cukup memadai agar lancar dalam pembangunannya.
b)      Dukungan politik dari masyarakat , pemerintah daerah dan lembaga legislatif agar dengan mudah terlaksana.
c)      orang terhimpun dalam koperasi atau masuk menjadi anggota dengan dasar sukarela. Sehingga harus bersifat sukarela
d)     Prinsip pengelolaan bertujuan memupuk laba untuk kepentingan anggota.
e)      Sisa Hasil Usaha (SHU) yang dihasilkan koperasi dibagikan kepada anggota sebanding dengan jasa usaha masing-masing anggota
f)       Kepengurusan yang demokratis
g)      Banyaknya unit usaha yang dikelola
h)      Telah memiliki badan hukum
·         Kelemahan ( Weakness )
a)      Kurangnya kerja sama antara pengurus, pengawas dan anggotanya.
b)      Rendahnya kesdaran berkoperasi pada anggota.
c)      Kemampuan tenaga professional dalam pengelolaan koperasi.
d)     Terbatasnya sarana dan prasarana penunjang yang persebarannya kurang memadai.
e)      Perspektif pimpinan instansi pemerintah dan dunia usaha bahwa pemberdayaan koperasi semata-mata urusan kementrian koperasi.
f)       Sulit menentukan bisnis inti
g)      Kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknis dalam bidang teknologi
h)      Lemahnya dalam pengelolaan


·         Peluang ( Opportunity )
Kesempatan (Opportunities) yaitu semua kesempatan yang ada sebagai kebijakan pemerintah, peraturan yang berlaku atau kondisi perekonomian nasional atau global yang dianggap memberi peluang bagi koperasi untuk tumbuh dan berkembang di masa yang akan datang. Loyd (2001) menegaskan bahwa koperasi-koperasi perlu memahami apa yang bisa membuat mereka menjadi unggul di pasar yang mengalami perubahan yang semakin cepat akibat banyak faktor multi termasuk kemajuan teknologi, peningkatan pendapatan masyarakat yang membuat perubahan selera pembeli, penemuan-penemuan material baru yang bisa menghasilkan output lebih murah, ringan, baik kualitasnya, tahan lama, dan makin banyaknya pesaing-pesaing baru dalam skala yang lebih besar. Peluang tersebut sebagai berikut:
a)      Melakukan pengembangan usaha pada SDM untuk mencapai target
b)      Tuntutan masyarakat untuk pembangunan ekonomi yang makin berkeadilan dan transparan.
c)      Ketersediaan tenaga kerja yang mutunya makin meningkat serta sumberdaya yang beraneka ragam.
d)     Kemauan politik yang kuat dari pemerintah dan komitmen membangun sistem ekonomi yang lebih demokratis.
e)      Daya beli masyarakat tinggi
f)       Adanya peluang pasar dari komoditas yang dihasilkan koperasi
g)      Potensi daerah yang mendukung dalam melaksanakan kegiatan koperasi
h)      Undang-undang No. 12 tentang sistem budidaya tanaman mendorong diversifikasi usaha koperasi

·         Ancaman ( Threats )
Ancaman (Threats) yaitu hal-hal yang dapat mendatangkan kerugian bagi kopersi seperti Peraturan Pemerintah yang tidak memberikan kemudahan berusaha, rusaknya lingkungan,  meningkatnya pelacuran atau gejolak sosial sebagai akibat mahalnya dan persaingan tour operator asing yang lebih professional, yaitu dengan melihat kekuatan (Strengths), kelemahan (Weakness), kesempatan (Opportunities) dan ancaman (Threats) koperasi di Indonesia.
Sedangkan faktor-faktor eksternal terutama adalah intervensi pemerintah yang terlalu besar yang sering didorong oleh donor, kesulitan lingkungan-lingkungan ekonomi dan politik, dan harapan-harapan yang tidak realistic dari peran dari koperasi. Menurut mereka, problem yang paling signifikan adalah cara bagaimana koperasi itu dipromosikan oleh pemerintah. Promosi yang sifatnya dari atas ke bawah telah menghalangi anggota untuk aktif berpartisipasi dalam pembangunan koperasi.
a)      Rendahnya kualitan Sumber Daya Manusia
b)      Keterbatasan informasi pasar dan teknologi
c)      kendala dalam akses permodalan
d)     kapasitas SDM yang relatif rendah disebabkan faktor budaya yang membatasi ruang geraknya dalam berorganisasi
e)      Rendahnya partisipasi anggota koperasi dalam kegiatan usaha koperasi.
f)       Lingkungan usaha yang tidak kondusif
g)      Persepsi yang berbeda dari aparat pembina koperasi
h)      Peranan IPTEK yang meningkat
i)        Persaingan usaha yang semakin ketat

2.      Menentukan Target Koperasi
Setelah menganalisis SWOT koperasi langkah berikutnya adalah menentukan target Koperasi yang akan kita analisis dan akan kita ubah cara dan strateginya. Fase ini merupakan salah satu bagian terpenting dari penyusunan strategi koperasi. Target ini diperoleh dari proses telah realistis terhadap analisis SWOT yang telah ditentukan sebelumnya dan target koperasi harus diyakini oleh seluruh komponen organisasi koperasi, bahwa koperasi mampu mencapainya.

Kesimpulan     :
            Sehingga dapat dismpulkan bahwa dalam menentukan strategi dalam membangun dan mendirikan Koperasi itu sangat penting melalui Analisis SWOT agar dapat mengembangkan dan mencapai tujuan koperasi itu sendiri sehingga terhindar dari resiko-resiko dan hambatan-hambatan yang dapat menghampat infrastruktur koperasi itu sendiri. Selain itu, Analisis ini kita terapkan agar kita dapat merancang dan meramalkan apa yang akan terjadi dimasa depan. Dengan begitu kita dapat meminimalisir kejadian yang berdampak buruk bagi oranisasi atau perusahaan yang kita jalankan. Dan mungkin analisis SWOT ini sangat tepat untuk diterapkan di Indonesia untuk membuat perekonomian diindonesia semakin maju.







 PROPOSAL

PENDIRIAN KOPERASI

“SEHATI”



Hasil gambar untuk gunadarma




Griya Bukit Jaya Blok C, Jl. Bima Gunung Putri Bogor
Telp : 08121415131489

Kata Pengantar
            Puji syukur kami persembahkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan limpahan rahmat dan karunia-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan proposal pendirian Koperasi ini. Pada kesempatan yang berbahagia ini kami menyampaikan do’a dan terimakasih kepada seluruh orang-orang yang kami cintai dan sayangi serta seluruh orang-orang yang dekat dengan kami selaku anggota koperasi.
Kami menyadari bahwa didalam tulisan ini jauh dari kesempurnaan yang dikarenakan oleh keterbatasan waktu, pengalaman dan kemampuan yang ada pada kami. Untuk itu kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan, demi tercapainya tingkat kesempurnaan yang lebih baik dari penulisan proposal ini.



                                                                                Bogor, 20 Oktober 2017


                                                                                                          Penyusun





DAFTAR ISI

        I.            Latar Belakang……………………………………… 4
      II.            Prinsip.....................................................…………….5
    III.            Tujuan………………………………………………..5
    IV.            Visi dan Misi ………………………………………...6
      V.            Jenis Kegiatan……………………………….……….6
    VI.            Sasaran……………………………………..………..6
  VII.            Waktu dan Tempat…………………………………...7
VIII.            Struktur Organisasi………………….……………….7
    IX.            Anggaran……………………………….…………….8
      X.            Sumber Pendanaan……………………………………9
    XI.            Penutup………………………………………………..9


      I.            Latar Belakang
Koperasi adalah badan usaha yang memiliki anggota orang atau badan hukum yang didirikan dengan berlandaskan asas kekeluargaan serta demokrasi ekonomi. Koperasi merupakan produk ekonomi yang kegiatannya menjadi gerakan ekonomi kerakyatan, dan berjalan dengan prinsip gotong-royong. Sebagai gerakan ekonomi rakyat, koperasi bukan hanya milik orang kaya melainkan juga milik seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali, Seperti yang tercantum dalam UU No 22 tahun 1992. Dari beberapa pengertian diatas sehingga dapat kami simpulkan, bahwa Koperasi adalah suatu perkumpulan orang orang atau badan hukum yang tujuannya untuk kesejahteraan bersama dan didalam perkumpulan tersebut mengandung azas kekeluargaan yang saling bergotong royong dan tolong menolong diantara anggota koperasi.
Koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Pada hakekatnya koperasi merupakan suatu lembaga ekonomi yang sangat diperlukan dan penting untuk diperhatikan sebab koperasi merupakan suatu alat bagi orang-orang yang ingin meningkatkan taraf hidupnya. Dasar kegiatan koperasi adalah kerjasama yang dianggap sebagai cara untuk memecahkan berbagai persoalan yang mereka hadapi masing-masing, oleh sebab itu sudah selayaknya apabila koperasi menduduki yang penting dalam sistem perekonomian suatu Negara, begitupun koperasi mahasiswa yang kami dirikan merupakan unit yang dibentuk oleh mahasiswa dalam rangka menunjang pelaksanaan dan keberhasilan studi serta kesejahteraan mahasiswa .





     II.            Prinsip

1.      Prinsip-prinsip Koperasi “Sejahtera” sebagai berikut        :
2.      Manajamen dan pengawasan dilakukan secara demikratis
3.      Keanggotaan yang terbuka
4.      Pembagian sisa hasil usaha kepada anggota sebanding dengan jasa masing-masing
5.      Partisipasi aktif dari anggota
6.      Pendidikan perkoperasian
7.      Kerjasama antar koperasi
8.      Modal yang berkaitan dg aspek sosial tidak dibagi
9.      Efisiensi ekonomi dari perusahaan koperasi
10.  Kebebasan dalam pengambilan keputusan dan penetapan tujuan
11.  Pendistribusian yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi

III.            Tujuan

1.      Tujuan didirikannya koperasi “Sehati” adalah :
2.      Meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup anggota pada khususnya dan masyarakat daerah kerja     pada umumnya.
3.      Menjadi gerakan ekonomi rakyat serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional.
4.      Membantu menyediakan kebutuhan anggota dan masyarakat
5.      Melatih anggota dalam mengelola keuangan koperasi
6.      Menciptakan anggota koperasi yang memiliki komitmen dan loyalitas yang tinggi
7.      Melatih anggota untuk berwirausaha
8.      Mengembangkan kreatifitas anggota dengan menyalurkan ide-ide untuk memajukan koperasi
9.      Mempererat tali persudaraan sesame anggota koperasi
10.  Melatih Tanggung jawab anggota dalam melaksanakan tugas di koperasi
11.  Melatih anggota untuk berorganisasi dan kerjasama antar anggota dalam koperasi


IV.            Visi dan Misi

Visi
Terwujudnya koperasi yang dapat membantu dan menyejahterakan anggota dan masyarakat sesuai asas, prinsip dan tujuan koperasi sesungguhnya.

 Misi
1.      Mewujudkan sumber daya manusia yang professional dan kompeten dalam pengelolaan koperasi.
2.      Menjadikan koperasi sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat
3.      Menciptakan situasi yang kondusif untuk mendukung kinerja anggota koperasi
4.      Menyediakan kebutuhan masyarakat

    V.            Jenis Kegiatan
Jenis kegiatan didalam Koperasi sehati adalah simpan pinjam dan jual beli dalam hal kebutuhan hidup. Selain itu, didalam Koperasi Sehati juga membahas dan melakukan kegiatan penyuluhan tentang pengelolaan dalam  Perekonomian.

  VI.            Sasaran
Sasaran kami adalah seluruh masyarakat yang berada dilikungan wilayah Gunung Putri dan sekitarnya untuk menjadi anggota Koperasi Sehati, menyediakan kebutuhan masyarakat.




VII.            Waktu dan Tempat

Waktu pembentukan anggota dan pembukaan
Hari           : Selasa
Tanggal     : 31 Oktober 2017
Waktu       : 09.00 – selesai
Tempat      : Jl. Bima Block C, Gunung Putri, Bogor

VIII.            Struktur Organisasi

1)      Pelindung                    : Drs. Muhammad Devan A.
2)      Penanggung  Jawab    : Riyad Zinan
3)      Penasehat                   : Azraeil Ilhami
4)      Ketua                          : Shoka Wennas U.
5)      Sekertaris                    : 1. Wilda Dini R
                                             2. Aisyah Mutiara
6)      Bendahara                  : 1. Amelia Tiffany
                                             2. Retno D.
7)      Humas                        : 1. Denny K.
                                       2. Nanda K.
8)      Anggota          

1. Debora A.
2. Rasya A      
3. Rasyiqul Abbyu
4. Nadia A.
9. Rafa Albachtiar
10. Nabila A.
11. Annisa A.
12. Ferawati
5. Ridwan Maulana H
6. Yuli Ekawati
7. Eris Firdaus
8. Dea Agustinitya
13. Dian T.
14. Lusiana
15. Noviyanti

IX.            Anggaran

NO.

Nama Barang
Jumlah
Harga
1.
Beras
60 liter
Rp. 480.000
2.
Gula
20 kg
Rp. 240.000
3.
Kopi
6 lusin
Rp. 60.000
4.
Minyak Sayur
4 kardus
Rp. 300.000
5.
Teh
5 lusin
Rp. 50.000
6.
Tepung Terigu
10 kg
Rp. 80.000
7.
Mentega
5 kg
Rp. 50.000
8.
Telur Ayam
1 ring
Rp. 210.000
9.
Kecap Sachet
5 lusin
Rp. 50.000
10.
Saus sachet
5 lusin
Rp. 50.000
11.
Kacang Tanah
5 kg
Rp. 60.000
12.
Kerupuk Udang
10 kg
Rp. 120.000
13.
Gula Merah
10 kg
Rp. 60.000
14.
Beras Ketan
10 liter
RP. 80.000
15.
Indomie Goreng
2 kardus
Rp. 90.000
16.
Indomie Rebus
2 kardus
Rp. 90.000
17.
Telur Bebek
1 ring
Rp. 90.000
18.
Masako
5 lusin
Rp. 50.000
19.
Lada halus
10 lusin
Rp. 100.000
20.
Kacang Kedelai
5kg
Rp. 60.000
21.
Kacang Hijau
5 kg
Rp. 60.000
22.
Bihun
10 kg
Rp. 50.000
23.
Aqua gelas
5 kardus
Rp. 120.000
24.
Garem
5 lusin
Rp. 60.000
25.
Sasa
10 pck
Rp. 85.000
26.
Kecap Bango
15 pck
Rp. 345.000


JUMLAH
Rp. 3.090.000


    X.            Sumber Pendanaan

1. Setiap anggota diwajibkan membayar iuran wajib sebesar 200.000 untuk awal pembentukan
Iuran kas masing-masing anggota sebesar Rp. 200.000
25 Anggota x Rp. 200.000 = Rp. 5.000.000
2. Anggota diberikan batas untuk menyimpan dalam simpanan pokok dengan batas akhir setiap tanggal 28 akhir bulan


  XI.            Penutup
Demikian proposal ini kami susun dengan permohonan pendirian koperasi yang kami dirikan dapat di realisasikan. Pembuatan proposal ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan ilmu pengetahuan tentang peluang dalam mendirikan koperasi dan untuk menyejahterakan anggota masyarakat.
Dan kami mengharapkan partisipasi masyarakat dalam membangun Koperasi “Sehati”. Semoga acara ini dapatterlaksana sebagaimana mestinya.
Atas perhatiannya saya ucapkan trimakasih.



  Bogor, 1 Oktober 2017





Ketua                                                                                  Sekretaris

   Shoka Wennas U.                                                                     Wilda Dini R.